by

Anis-Fahri Resmi Ber-Gelora

Anis-Fahri Resmi Ber-Gelora

Anis-Fahri Resmi Ber-Gelora Oleh: Erizal

Ber-Gelora, Sejauh ini memang sudah jauh. Sudah banyak yang terjawab. Bukan lewat kata-kata, tapi fakta, perbuatan, dan kenyataan. Tapi tetap saja yang tak menginginkan jawaban, merasa belum terjawab. Bahkan, semakin menjadi pembenaran terhadap sesuatu yang tak benar. Belum terjawab di situ, bisa jadi akan abadi.

Tapi memang sejak awal Anis-Fahri tak sedang menjawab apa-apa. Keduanya tak ambil pusing dan memilih untuk terus berdialektika. Tampak kematangan. Baik secara pemikiran, maupun spritualitas. Tapi itu bagi yang mau melihatnya, bagi yang tidak, tetap juga tidak. Memilih untuk merangkak lagi dari bawah adalah pembuktian.

Tak sulit bagi Anis-Fahri, untuk ikut saja parpol lain. Karena banyak yang menawarkan. Bahkan diakui sendiri Menteri Hukum & HAM, Yasonna Laoly, tawaran untuk ‘mengambil’ badan hukum partai yang telah ada saja. Itupun ditepis halus. Perjuangan ide dan cita-cita tak akan leluasa bila dua jalan itu yang ditempuh. Itulah prinsip.

Dituduh akan membuat parpol baru, karena itu disingkirkan, diisolasi, dicopot, diturunkan, dan dipecat. Karena membuat parpol baru itu berat, mustahil, tak akan berani, biasanya dibesarkan, bukan membesarkan. Kini, jalan parpol baru itu betul yang diambil dan sudah resmi pula. Siapa yang menduga? Inilah jalan politik Anis-Fahri.

Membesarkan, bukan dibesarkan. Justru orang yang merasa membesarkan, kini terbukti juga tak besar-besar, tak bisa berbuat banyak. Kalau bukan sebab politik identitas yang menaik saat itu, lalu dieksploitasi sedemikian rupa, hasilnya tak akan jauh beda dari kursi Wagub DKI yang jauh hari sudah diklaim sebagai jatah, ternyata nihil. Diklaim lagi dizalimi, transaksi politik tahu sama tahu. Makan siang gratis? Itu mustahil.

Kini, saatnya Anis-Fahri ber-Gelora lagi. Dua puluh tahun lalu, sudah. Tapi, pencapaiannya tak akan pernah dianggap pencapaian. Biarlah. Maka ini memang bukan pengulangan, karena masa lalu itu memang tak pernah berulang. Ini ijtihad baru, inovasi baru, dalam tatanan yang diprediksi juga bakal serba baru. Kontribusi bagi peradaban Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, sudah terbentang.

Kategori Terkait